ini KATAKATA CERITA

Trauma Psikologis, Menyiksa & Menantang

Ngomong-omong soal trauma, saya ternyata punya beberapa hal. Menyebalkan sekali.

Dalam kondisi sadar, trauma psikologis bisa diatasi, itu menurut saya. Tapi pada saat-saat tertentu, ketakutan akan sesuatu hal membuat jengkel dan kalau ada seseorang di sekitar bisa kena dampak….dampak dimarahi.

Pada intinya, trauma bisa luntur atau berkurang kadarnya kalau dihadapi. Satu trauma saya yang sudah lewat  adalaaaah MENYEBERANG JALAN.

Saya sangat takut nyeberang jalan sampai kuliah sekitar 2005-an. Saya ingat-ingat, ketakutan itu berawal saat TK besar. Sewaktu saya menyeberang jalan menuju rumah, ada mobil melaju kencang….dan seorang tetangga teriak sambil mendelik. “Ra aturan, nek nyeberang ati-ati.” 😂😂😂 trauma yang terbawa hingga dewasaaa

Saya menyelesaikannya sewaktu yugas kuliah kerja lapangan di Jakarta pada 2004 akhir. Harus menyeberang perempatan Matraman Jaktim yang padat, menyeberang simpang Grogol yang lebar. Saya sempat menyeberang sambil menangis, tapi saya sendiri, saya terus melakukannya. Lalu ketakutan saya berangsur luntur.

Saat ini, setidaknya hingga hari ini, masih ada trauma yang belum selesai. Takut ketinggian efek terjun bebas ke laut jarak 20meter dan berakhir kecelakaan. Takut ulat karena jaman kelas 4 SD habis manjat pohon kopi lalu ada ulat bulu mampir di kaus dan bikin kaget. Takut ular enggak tau kenapa, takuuuut sama gambarnya juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s