ini JALAN-JALAN

Museum Kuda Putih dari Gerbong Kereta

Gerbong Kereta Rel Diesel (KRD) MCDW 300 yang dikenal dengan nama Kuda Putih.
Gerbong Kereta Rel Diesel (KRD) MCDW 300 yang dikenal dengan nama Kuda Putih.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) membangun Museum Kuda Putih di kompleks Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Museum yang dibangun di seputaran jembatan layang Lempuyangan itu akan dijadikan taman edukasi bagi anak-anak.

Dinamai Museum Kuda Putih karena di kompleks itu menempatkan satu unit gerbong Kereta Rel Diesel (KRD) MCDW 300 yang dikenal dengan nama Kuda Putih. Kuda Putih merupakan KRD buatan Jerman, kereta jenis itu yang pertama di Indonesia.

Humas PT KAI Daops VI Yogya, Eko Budiyanto, mengatakan Kuda Putih didatangkan tahun 1963 dan beroperasi hingga 1981 karena keterbatasan suku cadang dan kerumitan dalam perawatan.

Kuda Putih memiliki bentuk mirip bus, tanpa lokomotif dan letak mesin berada disamping masinis. Pada masanya, Kuda Putih beroperasi dengan rute Jogja-Solo-Kutoarjo.

KRD bernomor MCDW 300 Kuda Putih memiliki rangkaian dua unit gerbong. Sejak pensiun beroperasi, Kuda Putih ditempatkan di Kompleks Dipo Kereta Solo. “Awal Desember lalu Pusat pelestarian dan Benda Bersejarah PT KAI bersama Daops VI mulai memindahkannya ke Kompleks Stasiun Lempuyangan untuk museum.”

tampak pembenahan di dalam gerbong.
tampak pembenahan di dalam gerbong.

Staff Heritage Pusat Pelestari dan Benda Bersejarah PT KAI, Rezza Habibie mengatakan, pemindahan KRD MCDW 300 Kuda Putih ke Stasiun Lempuyangan ditujukan dalam rangka menyelamatkan dan melestarikan aset perkeretapian Indonesia yang memiliki nilai
sejarah.

Dipindahkannya KRD Kuda Putih ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan edukasi bagi masyarakat. ‘Untuk penghormatan sekaligus monumen bagi KRD Kuda putih,” katanya, Selasa (20/12/2011).

Setelah rodanya sempat terpendam tanah, kini si Kuda Putih ditempatkan di atas pondasi di sebelah Barat pos jaga perlintasan kereta bawah jembatan Lempuyangan. Proses pemugaran gerbong dimulai sejak 10 Desember dan rencananya akan selesai pada 26
Desember. Seluruh bagian interior maupun eksterior dilakukan perbaikan dan akan dijadikan sebagai ruang perpustakaan berukuran 19 x 3 meter.

Nantinya selain disediakan buku bacaan tentang kereta api, di komplek museum juga akan ditempatkan satu lokomotif, rumah kuliner dan taman buatan. Untuk rumah kuliner, PT KAI menggunakan bangunan cagar budaya signal house atau rumah sinyal di timur Stasiun Lempuyangan.

Kini proyek taman wisata komplek stasiun Lempuyangan tengah digarap. Dibangunnya Museum Kuda Putih diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat khususnya anak-anak untuk bermain dan belajar.

Kira-kira… rencana sebagai museum dan wahana belajar jadi enggak yaa??? Kita lihat saja 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s