[II] Marzuki Mohammad belajar dari buku & sejarah

Gallery

Mencipta karya seni, apapun bentuknya adalah pekerjaan yang menyenangkan ketika dilakukan sesuai dengan hati dan kehendak. Begitu juga ketika ia mulai menulis lirik lagu Jogja Istimewa.

Ketika meyaniki bahwa komunikasi dengan bahasa Jawa pada masa kini semakin tergeser dengan bahasa gaul, dengan keyakinannya Juki menganggap bahasa Jawa bisa ‘naik level’. “Jalane abot  (berat), tapi aku senang melakukannya. Tidak mudah, tetapi bisa dibangun secara konsisten.”

Lagu Jogja Istimewa yang dikenalkannya kini menjadi lagu rakyat yang sempat dinyanyikan secara massal dalam sidang rakyat menentang Rancangan Undang-Undang Keistimewaan 13 Desember 2010 dan peringatan berpindahnya ibu kota Republik Indonesia, 4 Januari 2011.

Dari kawula alit hingga raja berdendang dan melambaikan tangan, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, bernyanyi lagu Jogja Istimewa dalam iringan musik hip hop berbaur groove tradisional yang terinspirasi marching band prajurit kraton.

juki3

Siapa sangka, lirik yang tercipta bersumber dari tiga buku sejarah yang sengaja dibaca Juki selama dua minggu. Pemikiran dibalik lagu Jogja Istimewa bersumber dari buku ‘Tahta untuk Rakyat’, biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX, ‘Kraton Yogyakarta; Sejarah, Nasionalisme, dan Teladan Perjuangan’, dan ‘Perubahan Sosial’ tulisan Selo Sumardjan, mantan ajudan Sultan HB IX.

Juki mengungkapkan, 70 persen lirik dalam Jogja Istimewa mengambil kalimat-kalimat yang diungkapkan oleh tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Sultan HB IX, Ki Hadjar Dewantoro, RM Sosrokartono, dan lainnya. Selebihnya adalah ciptaan Juki yang terinspirasi dari teks-teks tradisional Jawa.

Kini, dalam rak buku yang terpajang di rumahnya terdapat lebih dari 40 buku-buku yang mencakup seni, budaya, sejarah, tradisi, dan sastra Jawa termasuk koleksi lengkap Serat Centhini. Dari buku Serat Centhini pulalah ia menemukan tokoh Chebolang, pribadi berkarakter namun masih dalam pencarian jati diri yang sesungguhnya.

Meski mengaku tidak secara detail memahami isi Serat Centhini, namun ia mengatakan bahwa isi buku tersebut memuat rangkuman perjalanan manusia dari lahir hingga mati. Ia mengaku menerima banyak pelajaran filsafat hingga prinsip hidup Jawa yang tentunya ia serap untuk menjalani hidup masa kini.

Kebudayaan Jawa khususnya bahasa Jawa yang merupakan bahasa ibu bagi Juki adalah budaya yang wajib dilestarikan, dijaga dan dikembangkan. Berada pada pilihan yang unik itulah, Juki mengakui justru menemukan diri sendiri yang jujur dan tidak dibuat-buat.

“Bahasa Jawa adalah bagian dari sejarahku, aku harus bisa menggunakannya dengan baik, dan rasanya aku pas aja menggunakannya dalam pekerjaanku,” ucapnya.

foto IST dari website-nya Juki.

foto IST dari website-nya Juki.

JOGJA ISTIMEWA

Ditulis dan Aransemen : Kill The DJ & Balance
Rapper : Ki Jarot (Kill the DJ, Jahanam, Rotra )
Produksi : Jogja Hip Hop Foundation

Holobis Kuntul Baris..

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia

Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta
Nagari paling penak rasane koyo swarga
Ora peduli donya dadi neraka
Neng kene tansah edi peni lan merdika
Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat
Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat
Demikianlah singgasana bermartabat
Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat
Memayu hayuning bawana
Saka jaman perjuangan nganthi merdika
Jogja istimewa bukan hanya daerahnya
Tapi juga karena orang-orangnya

Tambur wis ditabuh suling wis muni
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Bareng para prajurit lan senopati
Mukti utawa mati manunggal kawula Gusti
Menyerang tanpa pasukan
Menang tanpa merendahkan
Kesaktian tanpa ajian
Kekayaan tanpa kemewahan
Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi
Tradisi hidup di tengah modernisasi
Rakyate jajah deso milang kori
Nyebarake seni lan budi pekerti

Elingo sabdane Sri Sultan Hamengkubuwono kaping sanga
Sak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong Jawa
Diumpamakne kacang kang ora ninggal lanjaran
Marang bumi sing nglahirake dewe tansah kelingan
Ing ngarso sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Sepi ing pamrih rame ing nggawe
Sejarah wus mbuktekake
Jogja istimewa bukan hanya untuk dirinya
Jogja istimewa untuk Indonesia

Holopis Kuntul Baris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s