ini KATAKATA CERITA

ini tentang si hijau

Sebalumnya, dalam catatan ‘cerita pensil dan pulpenku’ sudah disinggung mengenai klu si hijau. Hijau, kala itu, merujuk untuk warna kertas folio [A4] yang baiknya kupilih untuk map karya prosaku saat itu. Ibu memang menyarankanku untuk memilih warna hijau.

“Map’e milih sing werno ijo ya. Hijau itu warna PENGHARAPAN”, demikian ibu bilang. Ya, akhirnya saya memilih warna hijau sesuai dengan pesanan ibu.

Saya memang tidak menjadikan warna ini sebagai warna kesukaan, tetapi hijau cukup berpengaruh dalam diri saya. Bukannya berlebihan, tetapi ini wajar saja menjadikan satu hal sebagai pengingat untuk memotivasi diri sekaligus berharap baik pada sesuatu yang diinginkan. Bersikap positif dalam pilihan, itu bagus, bukan?

Tidak sering saya sadari bahwa pilihan pada warna hijau dalam kondisi pengaharapan memang seringkali masih saya lakukan sampai sekarang. Setidaknya, sampai kini saya masih ingat betul kekuatan kalimat itu, kekuatan hingga mempengaruhi keputusan saya untuk memilih.

Bukan berarti saya menang lomba membuat karangan bebas karena campur tangan si hijau. Bukan. Jelas itu karena hasil tulis kebut yang saya lakukan. Tetapi, pelajaran kecil yang saya ingat, bahwa apa yang menjadi keyakinan kita, disadari atau tidak itu akan terjadi.

Dari ‘si hijau’ saya meyakini bahwa kekuatan pikiran itu ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s